Monday, February 10, 2020

Miliki Bisnis Investari Properti di Bali Hanya dengan Budget Minim


Investasi Properti Bali - Tak perlu diragukan lagi bahwa properti merupakan elemen investasi yang paling solid. Pasalnya investasi di sektor ini tak termakan inflasi seperti investasi di sektor keuangan. Terdapat beragam jenis-jenis format investasi properti, salah satunya merupakan investasi properti di wilayah pariwisata, seperti Bali.

Nusa Dua Menjadi Sasaran Investasi Properti di Bali

Perluasan zona wisata di Pulau Bali telah berkembang sampai ke Tanjung Benoa Nusa Dua. Pantai ini juga kerap dikunjungi pelancong, lantaran dianggap lebih aman dengan keadaan ombak yang tak terlalu tinggi sebab letaknya berada di tengah-tengah teluk.

Sadar akan potensi tersebut, Pemerintahpun mulai giat melakukan pembangunan infrastruktur pendorong sektor pariwisata di Pulau Bali. Pemerintah bekerjasama dengan developer swasta dalam membangun hotel, apartemen sewa, dan penginapan lainnya. Termasuk salah satunya Lavaya kondominium yang dibesut PT Properti Bali Benoa (Ganda Land Group).

Lavaya Resort & Residence Nusa Dua merupakan salah satu project yang saat ini sedang gencarnya di jadikan investasi property di Bali. Melalui program Eazy Property yang kerap tampil di televise nasional oleh Rico Tampenawas selaku CEO.

Rico menerangkan bahwa cukup dengan Rp. 17,5 Juta semua orang sudah bisa memiliki bisnis investasi properti di Bali selama 50 Tahun.

Bagaimana Skema Profit dari Eazy Property Bali?

1. Hak Huni 50 tahun

Gratis menginap 1 malam setiap tahun selama 50 tahun di resort dan hotel. Bisa Anda wariskan, sewakan atau jual kembali.

2. Hak Diskon 30%-70%

Mendapatkan hak diskon menginap setelah hari ke-2 dan seterusnya

3. Profit Sharing Tahunan

Bagi hasil 50:50 dengan pihak pengelola dan Anda sebagai investor.

4. Buyback Guaranteed 180%

Eazy Property memberikan Garansi Beli kembali unit yang Anda beli 180% dari harga yang Anda beli setelah kerja sama berakhir.

Setelah membaca penjelasan singkat tentang Investasi Properti di Bali apakah Anda tertarik untuk bergabung? Atau untuk mendapatkan penjelasan detailnya bisa klik Gambar dibawah ini.



Wednesday, October 30, 2019

5 Tips Beli Furniture yang Wajib Kamu di Ketahui

Percantik ruangan rumah dengan beli furniture yang sesuai kondisis rumah menjadi hal wajib. Tanpa kehadiran furnitur, interior sebuah ruang hanya akan tampak kosong, sunyi, dan tentu saja: tidak estetis.
Berbicara kondisi rumah, tidak hanya soal ukuran ruangan saja. Juga masalah keuangan sang pemilik rumah. Menanggapi hal tersebut, sebenarnya ada banyak toko online yang menawarkan mebel murah, namun apakah kualitasnya sebanding?
4 Tips Beli Furniture Murah dan Berkualtias. Dijamin Kamu Tidak Bakal Nyesal

1. Sesuaikan dengan Kondisi Ruangan

Seperti yang telah dijelaskan diawal, hal wajib yang harus kita ketahui mengenai kondisi ruangan yang akan kita tambahkan furniture. Mulai dari pemilihan ukuran, warna, fungsi ruangan, fungsi furniture, dan desain. Jangan sampai setelah kita beli furniture malah nyesal karena mengganggu dan tidak terpakai.

2. Pilih Bahan

Ada beragam bahan dasar pembuatan furniture yang tersedia di pasaran. Namun untuk usia dan ketahanan tergantung dengan bahan yang digunakan. Ada dua jenis bahan yang paling umum digunakan, yakni Kayu Solid dan Medium Density Fibreboard (MDF). Mebel berbahan kayu solid tentunya lebih mahal, tapi kualitas lebih terjamin.

3. Sesuaikan dengan Budget

Budget merupakan bagian paling penentu dalam membeli furniture yang bagus dan berkualitas. Meski tidak mutlak, tapi biasanya furniture yang harganya lebih murah belum tentu terjamin kualitasnya.

4. Tanyakan Garansi

Saat sedang mencari furniture, selalu perhatikan label serta fitur garansi yang diberikan oleh pihak toko ataupun produsen. Terkadang, ada yang memberikan garansi ketahanan pada produk tertentu

5. Membeli Secara Langsung atau Beli Online

Tips membeli furniture yang terakhir, yaitu mempertimbangkan antara membeli ditoko secara langsung, beli di online shopping furniture, atau datang secara langsung ke pabrik mebel. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Jadi, inilah 5 Tips beli furniture yang wajib kamu perhatikan agar mebel yang datang sesuai dengan keinginan dan ruangan jadi lebih indah.

Sunday, February 12, 2017

Notes on Marketing Class

Daniel Herianto


Graduate Student of Master Program in Management
Graduate School School of Business (www.mb.ipb.ac.id)
Bogor Agriculture University (www.ipb.ac.id)

MARKETING CLASS
Lecturer

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc. (www.ujansumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc.
Dr. Ir. Dodik Nur Rachmat, M.Sc.F.
Dr. Kirbandoko, M.S.M.
Dr. Ir. Mukhammad Najib, M.M.

First Lecture

     Pemasaran adalah kata yang erat dengan kejadian sehari-hari yang tanpa kita sadari juga kita praktekkan dalam berinteraksi dengan sesama. Seperti halnya kita menyampaikan pesan atau keinginan kepada orang lain dan berusaha agar pesan dan keinginan tersebut tercapai. Namun Pemasaran jauh lebih luas dari sekedar menyampaikan pesan dan keinginan kepada orang lain.

    Setelah mengikuti kelas pertama Manajemen Pemasaran yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir.  Ujang Sumarwan, M.Sc, di SB-IPB pada tanggal 7 Februari 2017, pemahaman kami tentang Pemasaran semakin berkembang. Sebagian kecil yang saya pahami dari kuliah pertama antara lain bahwa Pemasaran mencakup usaha- usaha untuk merancang suatu produk, merealisasikan, mempromosikan dan  menyampaikan barang atau jasa tersebut kepada konsumen atau perusahaan yang memerlukan. 

    Untuk memahami lebih dalam tentang konsep Pemasaran, dalam kuliahnya, Prof. Ujang mengajak mahasiswa untuk mengerti perbedaan kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan (needs) merupakan keperluan mendasar manusia yang tidak bisa ditunda. Semua kebutuhan ini bisa menjadi keinginan (wants) jika kepada mereka dihadapkan beberapa objek spesifik yang bisa memenuhi kebutuhan mereka. Sedangkan Permintaan (demands) merupakan keinginan yang didukung dengan kemampuan untuk membeli. 

Mahasiswa juga diperkenalkan konsep 4-P oleh McCarthy, yaitu Product, Price, Place dan Promotion. 

Product mencakup quality, variety, design, features dan brand.

Price mencakup list price, discounts, allowances, credit terms dan payment.

Place mencakup channels, coverage, assortments, inventory dan transport. 

Promotion mencakup Sales promotion, advertising, sales force, public relations dan direct marketing.

     Kami yakin masih banyak pemahaman tentang Pemasaran yang akan dibagikan oleh Prof. Ujang melalui kuliah Manajemen Pemasaran ini. Dan harapan kami melalui kuliah Manajemen Pemasaran ini akan menyempurnakan pemahaman kami dan memperlengkapi setiap mahasiswa dalam berkontribusi di dunia kerja dan dunia usaha yang di lakoni oleh setiap mahasiswa.

 

Text Book

Ujang Sumarwan (editor). 2015. Pemasaran Strategic: Perspektif Perlilaku Konsumen dan Marketing Plan. IPB Press.
Silahkan download e-book:


 

Sumarwan Ujang; Agus Djunaedi; Aviliani; H.C Royke; Jusuf Agus Sayono; Rico R Budidarmo; Sofyan Rambe. (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth and Share Holder Value).-Pemasaran Strategik: Strategi Untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham . Published byInti Prima, Februari 2009, ISBN 979-450-451-3  Please dowload link below for book preview:
Silahkan download e-book:


Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 1st Printing. 2011. Marketing Strategic: Value Based Marketing and Marketing Metrics. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor, IPB Press.
Silahkan download e-book:



SINOPSIS
Pemasaran strategik menguraikan bagaimana sebuah perusahaan harus memahami konsumen, sehingga dapat menyusun strategi pemasarannya untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan guna meningkatkan kinerja perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.Pemasaran adalah memahami berbagai kebutuhan para pelanggan dan mengembangkan sebuah proposisi untuk menawarkan nilai yang superior. Melalui penyediaan nilai pelanggan yang lebih tinggi maka manajemen dapat memberikan dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi pula kepada para pemegang saham. Nilai suatu merek dagang terbentuk dari kepercayaan para pelanggan terhadap merek dagang perusahaan. Kepercayaan ini membentuk relasi antara merek dan pelanggan yang mendorong preferensi, loyalitas merek, dan keinginan untuk mempertimbangkan produk dan jasa baru yang ditawarkan perusahaan di masa depan dengan merek tersebut. Buku ini juga menguraikan bagaimana langkah-langkah untuk membangun ekuitas merek serta menjelaskan beberapa metode untuk mengukur ekuitas merek.